Kisah haru tukang becak yang menafkahi 8 orang anak tanpa istri.


                           


Tangerang – Tidak bisa dipungkiri bahwa zaman sekarang terhadap pekerja di sektor informal sangatlah besar. Para pekerja yang hidup dari menjual jasanya ini, termasuk tukang becak, harus bertahan sekuat mungkin dari kondisi yang ada. Sehingga becak yang mengalami sepi pengunjung di Mutiara Peluit, Kota Tangerang, salah satunya pada Kamis, 6 April 2023.

Manurdin merupakan sosok ayah yang patut dibanggakan,ia mampu menafkahi 8 orang anaknya tanpa istri yang sudah meninggal 8 tahun lamanya. Ada 1 anaknya yang disekolahkan hingga sarjana dan 7 lainnya hanya tamatan SMA. “Dulu mah kan saya masih kerja di pabrik konveksi neng, jadi masih sanggup nyekolahin anak yang pertama sampai sarjana. Sekarang kan cuma narik becak,buat makan aja kurang. ” Ujar pak Manurdin.

Rambut yang mulai putih tersapu lembut semilir angin di tengah teriknya matahari. Becak berwarna hitam ini berhenti di seberang jalan sembari menunggu penumpang yang dari pagi belum ada.  “ Saya sebenarnya pingin neng daftar ojek online,tapi saya gak punya motor. Becak udah kalah saing jadi sepi banget,sehari paling yang naik 2 orang dan itu cuman dapet 20 ribu beda sebelum ada ojek online bisa dapet 60 ribu sehari. Ditambah lagi keadaan lagi gini orang lebih milih pakai kendaraan pribadi neng.” Ujar Manurdin dengan raut nada lemas. 

Sesekali, matanya terpejam, karena semilir angin yang membuatnya mengantuk, Namun, setiap kali ada orang berjalan melintas, wajah pria ini tampak sumringah dengan langsung menyapa dan menawarkan jasa antar dengan becak. Ia pun tak putus asa untuk terus menawarkan jasanya.  Terkadang ia rela tidak makan seharian hanya dengan minum saja, karna ia mulai bekerja pukul 06.00 dan balik kerumah pukul 18.00 WIB agar pulang bisa membawa makanan dan makan bersama anaknya.

 

Bekerja untuk menghidupi keluarga memang merupakan tanggung jawab kepala keluarga terutama suami. Untuk itu seorang suami dan juga ayah harus siap menjadi tulang punggung keluarga. Asal kamu tahu, segala cara dapat dilakukan oleh seorang ayah agar pulang kerumah membawa hasil,tidak dengan tangan kosong. Keseharian yang ia tekunin setelah tidak bekerja di pabrik konveksi hanya mengayuh becak, yang bisa menolong kehidupan ia dan anaknya.

“Pendapatan sehari kadang ada dan kadang juga kosong. Apalagi kalau ada kebutuhan mendadak seperti beras tiba-tiba habis dan belum sempat beli karena tidak ada pemasukan sama sekali” imbuhnya.

Di zaman sekarang ini yang sudah dirasakan dampaknya oleh semua kalangan, tidak ada pilihan lain selain tetap berjuang demi mencari sesuap nasi dan terus menghidupi keluarganya. Selain itu mereka harus menerapkan protokol kesehatan saat melayani penumpang guna mencegah penyebaran covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

 

Aura Nazwa Azzahra

1MA25

1182157

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan di food court Aeon mall yang harganya sangat terjangkau

Apa Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Membuka Bisnis Coffee Shop

APAKAH KEMUNCULAN TEKNOLOGI HOLOGRAM BISA MEMBANTU MASYARAKAT DI KEHIDUPAN SEHARI HARI?